katakan pada bulan, jangan temani aku waktu musim sedang rusuh seeloknya kamu harus tahu bersembunyi agar cahayamu tidak menyuluhi tangan ku yang kasar dan hodoh
katakan pada bintang,ia tak diperlukan di sini kerana sepanjang hayat setengah dekad ini tak pernah ku temui, hatta sekelumit sinar pun dalam daerah ku yang amat sunyi
jeritkan pada matahari, ayoh segera kemari , mari kita sama-sama hangusi busana zaman yang tak pernah ramah ini
oh matahari ! ku kucup alismu yang dingin
penuh bahagia dan berahi…
kuala terengganu
Wednesday, October 21, 2009
Tuesday, September 22, 2009
catatan buat tok wook kundor 106,yang menanti kepulangan sang suami, sewaktu catatan di akhbar tentang f1 for 1malaysia.
tak ada apa yang lebih dia ingati
selain dari lambaian sang suami
yang melangkah ke serenti
dan tak juga dia mengerti
tentang heroin dan basa basi
yang menghijab ikatan kasih setia
fitrah naluri sejati…
tak ada apa yang lebih membahagiakan
selain dari duduk beriring suami
dan nasi ikan kukus yang disuap perlahan-lahan
menyempurnakan siang..
dia bersimpuh di tangga
dengan mata berkaca menyimpan azam
untuk mencium tangan sang suami
di pagi aidilfitri…
selain dari lambaian sang suami
yang melangkah ke serenti
dan tak juga dia mengerti
tentang heroin dan basa basi
yang menghijab ikatan kasih setia
fitrah naluri sejati…
tak ada apa yang lebih membahagiakan
selain dari duduk beriring suami
dan nasi ikan kukus yang disuap perlahan-lahan
menyempurnakan siang..
dia bersimpuh di tangga
dengan mata berkaca menyimpan azam
untuk mencium tangan sang suami
di pagi aidilfitri…
Tuesday, September 08, 2009
sajak wan azman 27,buruh sekolah kepada kekasihnya siti rohayu 21,yang terbunuh dijalan sewaktu menjemput adiknya pulang.
hanya merah darah mewarnai tudung bawal dan lesung pipitmu. suaraku tenggelam dalam raungan mesin rumput yang tak sempat dimatikan sewaktu kau disorong ke ambulan dan darahmu di tangan tertanggal sewaktu wudhu'asar.
siti,
sebutkan namaku di depan Tuhan kerana aku bakal mengendong sisa cinta kita menemuimu nantinya.moga-moga Dia perkenan...
kuala terengganu
ogos 2009
siti,
sebutkan namaku di depan Tuhan kerana aku bakal mengendong sisa cinta kita menemuimu nantinya.moga-moga Dia perkenan...
kuala terengganu
ogos 2009
Tuesday, July 21, 2009
tentang lambaian seorang laila.

di pinggir jalan sebuah simpang desa
laila suntiku berdiri membelakangi belukar
petang jadi penuh dengan lambaiannya
meskipun tanpa suara;
( dia bisu; telah kuketahui kemudiannya)
dia akan melambai pada segenap manusia
yang melintas di depannya;
pekebun, remaja, bilal, bidan, posmen,
guru, pesara semua dilambainya
tak terkecuali aku dan keluarga
soleha, putri bungsuku ketawa melihat gelagatnya
“jangan ketawa, balaslah lambaiannya,
semoga dia gembira”,
menjadi rutin kami sekeluarga
berbalas lambaian setiap petang
pulang kerja
tiba-tiba petang menjadi lengang
seminggu laila tak muncul di simpang
jantungku terasa dicakar
Oleh senja yang membawa khabar
laila digagahi tujuh remaja di belukar
saat soleha bertanya dimana laila
kukesat airmata tergesa-gesa.....
Wednesday, June 24, 2009
dunia khatijah
setiap sabtu siang
di simpang jalan taman perumahan
khatijah 18, menyusun daerah remajanya
dengan deretan nasi kerabu di meja
sewaktu matahari segalah dihorizon
aku sering mencuri aromanya
sambil bercerita tentang
dunia remajanya yang hanya seluas meja
setelah diabetis mencantas
kaki kanan ayahnya
minggu-minggu yang berikutnya
aku menjadi penagih yang setia
bukan hanya pada nasi kerabu
tapi pada usahanya yang jitu
setelah malam larut
khadijah menutup dunia remajanya
dengan sebahagian nasi kerabu
yang masih tersisa di meja....
di simpang jalan taman perumahan
khatijah 18, menyusun daerah remajanya
dengan deretan nasi kerabu di meja
sewaktu matahari segalah dihorizon
aku sering mencuri aromanya
sambil bercerita tentang
dunia remajanya yang hanya seluas meja
setelah diabetis mencantas
kaki kanan ayahnya
minggu-minggu yang berikutnya
aku menjadi penagih yang setia
bukan hanya pada nasi kerabu
tapi pada usahanya yang jitu
setelah malam larut
khadijah menutup dunia remajanya
dengan sebahagian nasi kerabu
yang masih tersisa di meja....
Monday, February 23, 2009
tiba-tiba kita jadi dekat
musolla berkunci
seorang lelaki bertasyahud
beralas sweeter
dengan airmata
yang tak sempat
mengalir
di tangga..
kuala terengganu
jan 2009
seorang lelaki bertasyahud
beralas sweeter
dengan airmata
yang tak sempat
mengalir
di tangga..
kuala terengganu
jan 2009
Sunday, February 08, 2009
gaza ii
aku tak mampu apa-apa
kecuali doa
selebihnya airmata
Tuhan,
Kau jangan murka.
kuala terengganu
feb 2009
kecuali doa
selebihnya airmata
Tuhan,
Kau jangan murka.
kuala terengganu
feb 2009
Friday, January 16, 2009
gaza i

menyempurnakan namanya
tak sunyi ia dari lolongan; menyeringai sepasang siungnya
dan sewaktu ia menggigit pelepah tamar di kebun kami
seorang tua ibrani menegurnya;
“lupakah perjalanan kita bersama nuh
sewaktu air melimpah ke bukit yudi?”
ia mendengus sambil menjilat kaki sang ibrani
sekaligus kencing dan terus berlari…
2004
Thursday, January 08, 2009
kemilau matamu, fateha
saujana ladang hayat yang nan rimbun
sungai usia mengalir antara batu-batu putih
burung-burung kecil berpantun
menyambut kembang dan kuntum
Segalanya dari kemilau matamu, fateha
namun sesekali abah digigit bimbang
tentang ladang, sungai, burung dan kuntum
perlahan-lahan mulai kontang
dan kemilau matamu mulai suram
di bawah alismu yang mulai
hitam dan menebal…
Saturday, December 09, 2006
sehabis pesta i
hanya sampah-sampah
dan buruh yang letih
memenuhi ruang
memungut sisa riuh yang tertimbus
antara pasir dan bekas minuman
sesekali usman 48, buruh majlis perbandaran
menguis-nguis pasir memunggah lelah
mencari makna kewajaran yang melarut
di tanah pulau yang mulai reput....
pulau duyung.
dan buruh yang letih
memenuhi ruang
memungut sisa riuh yang tertimbus
antara pasir dan bekas minuman
sesekali usman 48, buruh majlis perbandaran
menguis-nguis pasir memunggah lelah
mencari makna kewajaran yang melarut
di tanah pulau yang mulai reput....
pulau duyung.
Sunday, October 01, 2006
pendosa ii
Monday, September 25, 2006

panggung ii
(dengan ingatan buat bapak hb johar)
yang ditemui terbaring dilantai
adalah sisa benua remajanya yang terbiar
sorot lampu separa terang
membasahi laman usianya yang tertanggal
doa dan azam melarut dalam sorak dan tepuk
penonton yang disuguhkan warna pesona
sebagai pemain muda,
kini dia di lantai panggung yang berbeda
berharap menjadi peran utama
di tangan Sutradara yang tak dikenal
sebelumnya....
kuala terengganu.
Monday, September 11, 2006
nurbaya

sejak mengenali daerahmu nurbaya
aku dikaburkan oleh mata pandangku
bening matamu sejuk teduh sumur gunung
aroma yang tercicir dari sanggulmu
menghayutkan deria ku ke kaki langit
aku lemas di dadamu yang sempurna
diriku meluntur dengan warna asing
yang tak pernah ku kenal
sebelumnya
sejak mengenali daerahmu nurbaya,
aku jadi peminta yang kedana
menagih kesempurnaan di mataku
yang seringkali kabur dan keliru
antara kucah teluk wajah dan gelombang di dada
yang tak pernah kenal apa-apa
katakan lah nurbaya,
kita pernah tenggelam
di musim rindu yang terpanjang
saat kalammu menyentuh kalbu
aku terawang bagai camar yang sesat
sewaktu cuba mengetuk langit Tuhan
mengutip sisa harapan yang terbuang
di peta perjalanan yang suram
katakanlah nurbaya
suara kita adalah syair unggas
yang melagukan sejuta berahi
saat sunyi kelam terbancuh
di bingkai malam yang angkuh
dan di daerah ini nurbaya
kita takkan menjengah ke belakang
dan musim rindu yang terpanjang ini
telah menyempurnakan maksud
peraduan kasih di taman percintaan
yang kau dambakan
katakan nurbaya
kita pernah tenggelam
di musim rindu yang terpanjang
dan musim rindu ini
mencatatkan berahi kita yang menyala
membakar busana cinta yang sopan
katakan nurbaya
kita tiba-tiba menjadi pendusta
yang mencatat dosa
yang mencatat dosa..
kuala terengganu.
di padang tajalli
saujana padang tajalli
mentari mencipta sepotong bayang alif
rahim langit menggelongsorkan
gugusan abjad dan konsonan
aku mengutipnya menjelmakan
ratusan monumen peribadi
dari kalamNya yang tersangat sakti
segala adalah kataNya...
kuala terengganu.
mentari mencipta sepotong bayang alif
rahim langit menggelongsorkan
gugusan abjad dan konsonan
aku mengutipnya menjelmakan
ratusan monumen peribadi
dari kalamNya yang tersangat sakti
segala adalah kataNya...
kuala terengganu.
Sunday, September 03, 2006
mek jah ii
suaminya matahari
ibunya bulan
dia berjalan tanpa sepatu
dengan sepotong mimpi di tangan
di tong sampah dia mengais-ngais
sisa kewarasan yang hilang
bersama ibu dan suaminya
setelah usia mereka digenap tuhan
“suamiku matahari,
ibuku bulan”
bisiknya berulang-berulang….
wikunila ms
kuala terengganu.
ibunya bulan
dia berjalan tanpa sepatu
dengan sepotong mimpi di tangan
di tong sampah dia mengais-ngais
sisa kewarasan yang hilang
bersama ibu dan suaminya
setelah usia mereka digenap tuhan
“suamiku matahari,
ibuku bulan”
bisiknya berulang-berulang….
wikunila ms
kuala terengganu.
chinta shamsiah
cintanya berputik
sewaktu dadanya mula mengembang
dimesrai deretan pohon getah
berahinya tumpah ke takung rezeki
wap pagi dan bau sekerap
bersatu dalam urat fikirnya
melebarkan gobar hari depan
dia mendongak menegur matahari
sambil berbisik,
” inilah cintaku yang satu”
kini demi ibu yang sakit-sakit
serta adik-adik
shamsiah takkan berkongsi cintanya
meskipun usianya beransur senja….
wikunila ms.
kuala terengganu.
sewaktu dadanya mula mengembang
dimesrai deretan pohon getah
berahinya tumpah ke takung rezeki
wap pagi dan bau sekerap
bersatu dalam urat fikirnya
melebarkan gobar hari depan
dia mendongak menegur matahari
sambil berbisik,
” inilah cintaku yang satu”
kini demi ibu yang sakit-sakit
serta adik-adik
shamsiah takkan berkongsi cintanya
meskipun usianya beransur senja….
wikunila ms.
kuala terengganu.
riping
riping
setiap pagi riping membalas senyum matahari
siang kering dalam selsius menggelembung di saku
deru mesin dan ngaum kenderaan
bersatu dalam balang air tebu
yang segar dan mesra
di pinggir jalan raya yang berkongsi
dengan sebahagian dapur rumahnya
setiap petang sewaktu pulang
dia ditagih surya, putri bungsu
tentang proton wira yang diimpinya
sambil tersenyum dia menepuk-nepuk saku melucu
siang sumbing
mesin dan balang tertungging
dia terperosok di bawah lori enambelas roda
dengan muatan kereta nasional
tagih surya pun menyepi
riping tak lagi membalas senyum matahari…
wikunila ms.
kuala terengganu
setiap pagi riping membalas senyum matahari
siang kering dalam selsius menggelembung di saku
deru mesin dan ngaum kenderaan
bersatu dalam balang air tebu
yang segar dan mesra
di pinggir jalan raya yang berkongsi
dengan sebahagian dapur rumahnya
setiap petang sewaktu pulang
dia ditagih surya, putri bungsu
tentang proton wira yang diimpinya
sambil tersenyum dia menepuk-nepuk saku melucu
siang sumbing
mesin dan balang tertungging
dia terperosok di bawah lori enambelas roda
dengan muatan kereta nasional
tagih surya pun menyepi
riping tak lagi membalas senyum matahari…
wikunila ms.
kuala terengganu
Subscribe to:
Posts (Atom)

